Dua khotbah St. Agustinus langka ditemukan

Seorang biarawan tua membaca manuskrip kuno di biara gelap.

Dua khotbah Santo Agustinus yang belum pernah diketahui keberadaannya selama berabad-abad kini telah diautentikasi oleh para peneliti. Penemuan ini bukan sekadar temuan akademis biasa. Naskah abad pertengahan yang menyimpan khotbah-khotbah ini berhasil membuka jendela baru ke dalam pemikiran salah satu teolog paling berpengaruh dalam sejarah Kekristenan.

Proses identifikasi dimulai pada 2024, ketika perwakilan asosiasi pelestarian biara meminta Christian Tornau, profesor bahasa Latin di Universitas Würzburg, Jerman, untuk menguraikan sebuah manuskrip kuno. Naskah ini disalin di Biara Bad Doberan pada abad ke-12, kemungkinan besar dari manuskrip yang lebih tua dan kini telah hilang. Dari enam khotbah dalam naskah tersebut, dua di antaranya sama sekali tidak pernah tercatat sebelumnya dalam literatur ilmiah.

Misteri Raja Saul dan penyihir Endor dalam khotbah kuno

Kedua khotbah ini membahas kisah Perjanjian Lama tentang Raja Saul dan penyihir Endor. Sebelum bertempur melawan bangsa Filistin, Saul meminta penyihir itu memanggil roh nabi Samuel yang telah wafat. Samuel kemudian meramalkan kematian Saul dalam pertempuran tersebut. Kisah ini memunculkan pertanyaan teodisi klasik : mengapa Allah yang mahakuasa membiarkan tindakan yang tampak bersifat setan terjadi ?

Yang paling mengejutkan para ahli adalah sikap Agustinus terhadap nasib Saul. Berikut dua poin paling menonjol dari kedua khotbah ini :

  • Khotbah pertama, disampaikan pada hari Minggu, memaparkan pertanyaan teodisi dan berbagai kemungkinan penafsirannya tanpa memberikan jawaban tunggal.
  • Khotbah kedua, disampaikan pada Rabu berikutnya, menimbang alternatif-alternatif tersebut dan secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan bahwa Saul akhirnya diselamatkan setelah mendengar nubuat Samuel.

Interpretasi bahwa Saul bertobat dan memperoleh keselamatan adalah elemen paling luar biasa dari kedua khotbah ini. Tornau menegaskan bahwa pandangan semacam ini belum pernah muncul dalam karya Agustinus yang diketahui sebelumnya, bahkan dalam tradisi Kekristenan kuno secara umum yang cenderung menggambarkan Saul secara sangat negatif.

Aspek Khotbah Pertama Khotbah Kedua
Waktu khotbah Hari Minggu Rabu berikutnya
Isi utama Pertanyaan teodisi Penimbangan alternatif penafsiran
Doa penutup Berasal dari tradisi Afrika Utara Tidak disebutkan secara khusus

Bagaimana para ahli memastikan keaslian khotbah Santo Agustinus

Agustinus lahir pada tahun 354 M dan wafat pada 430 M. Ia menjabat sebagai uskup Hippo Regius di wilayah yang kini menjadi Aljazair. Setelah hampir dua tahun penelitian intensif, Tornau menyimpulkan dengan tegas : “Vonis akhir kami adalah bahwa khotbah-khotbah ini memang autentik.” Gaya penulisan, humor, dan muatan teologis semuanya mengarah pada Agustinus.

Latar belakang teks juga mencerminkan liturgi Kristen Afrika Utara dari Akhir Zaman Kuno, sebuah gaya yang tidak mungkin direproduksi di Abad Pertengahan. Doa penutup khotbah pertama hanya dikenal dalam sumber-sumber Afrika akhir-kuno, yang memperkuat argumen keaslian ini. Penelitian lintas disiplin seperti ini mengingatkan kita pada temuan-temuan lain yang mengubah pemahaman sejarah Kekristenan, termasuk jimat kuno yang ditemukan arkeolog dan berpotensi mengubah narasi sejarah Kekristenan.

Tornau juga mencatat bahwa penulis khotbah ini menguasai pemikiran Agustinus tanpa sekadar menyalinnya, sesuatu yang justru menjadi bukti keaslian, bukan peniruan. Pandangan bahwa Saul mampu bertobat mencerminkan keyakinan Agustinus bahwa setiap manusia, bahkan yang paling jahat sekalipun, dapat diselamatkan oleh anugerah Tuhan. Kini Tornau sedang mempersiapkan penerbitan ilmiah pertama kedua khotbah ini, sebuah kontribusi monumental bagi studi patristik global.

Dua khotbah St. Agustinus langka ditemukan

Agung
Scroll to Top