Imam ajak umat Katolik berdoa rosario 153 hari

Pendeta merayakan misa dengan jemaah di gereja bergaya gotik

Pada 13 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan penampakan Bunda Maria di Fátima, seorang imam Filipina-Amerika dari kongregasi Marians of the Immaculate Conception (MIC) meluncurkan seruan doa yang menggetarkan hati. Pastor James Cervantes, MIC — yang sebelumnya menggagas kebangkitan Ekaristi di Filipina dan turut meluncurkan Philippine Rosary Crusade saat peringatan ke-40 Revolusi EDSA — mengundang umat Katolik sedunia untuk berdoa rosario penuh setiap hari selama 153 hari, dari 13 Mei hingga 13 Oktober.

“Premisnya sederhana,” kata Cervantes. “Kita hidup di tengah kebingungan moral yang dalam, ketidakpedulian terhadap Tuhan, dan hilangnya banyak jiwa. Bunda kita sudah memberi jawabannya : doa, pengorbanan, dan rosario.” Inisiatif ini diberi nama The 153-Day Fátima Invitation, mengajak umat mendaraskan 153 Salam Maria setiap hari selama rentang waktu yang persis sama dengan penampakan Bunda di Fátima tahun 1917.

Mengapa angka 153 begitu bermakna

Angka 153 bukan dipilih secara kebetulan. Cervantes menguraikan beberapa keterkaitan yang mengejutkan :

  • Penampakan Fátima berlangsung tepat 153 hari, dari 13 Mei hingga 13 Oktober 1917.
  • Rosario tradisional terdiri dari 15 misteri — gembira, sedih, dan mulia — yang memuat total 153 Salam Maria. Misteri cahaya baru ditambahkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 2002.
  • Dalam Injil Yohanes, setelah kebangkitan Yesus, para murid menarik jala dan mendapat tepat 153 ikan besar. Menurut Santo Hieronimus, angka itu melambangkan semua bangsa yang akan dikumpulkan ke dalam Gereja.
  • Bunda Maria menampakkan diri pada 1917, dan jumlah seluruh bilangan dari 1 sampai 17 adalah tepat 153.

“Ini adalah waktu penangkapan ikan rohani,” kata Cervantes. “Saatnya menebarkan jala bagi jiwa-jiwa yang tenggelam dalam dosa.” Gambaran itu langsung mengingatkan kita pada firman Tuhan sebagai gembala yang tidak meninggalkan domba-Nya — kasih yang sama mendorong inisiatif doa ini.

Kekuatan doa rosario dalam tradisi Katolik

Para orang kudus dan paus sepanjang sejarah berbicara tegas tentang rosario. Perbandingan pendapat mereka menunjukkan betapa konsistennya pengakuan ini :

Tokoh Pernyataan tentang rosario
Paus Pius X “Doa paling indah dan paling kaya rahmat dari semua doa.”
Beato Pius IX “Beri aku pasukan yang berdoa rosario, dan aku akan menaklukkan dunia.”
Santo Dominikus Menyebutnya senjata paling ampuh dari surga untuk pertobatan jiwa.
Santo Fransiskus Marto Anak Fátima ini berdoa hingga sembilan rosario sehari.

Di Fátima, Bunda Maria berkata kepada tiga anak gembala : “Berdoalah, berdoalah banyak-banyak, dan lakukanlah pengorbanan bagi para pendosa, sebab banyak jiwa masuk neraka karena tidak ada yang berkorban dan berdoa bagi mereka.” Pesan itu, menurut Cervantes, sama mendesaknya hari ini.

Rosario bukan sekadar praktik devosi — ia adalah senjata rohani yang dipercayakan surga kepada umat beriman. Santo Louis de Montfort pun mengajarkan bahwa doa ini mampu mengubah bahkan pendosa yang paling keras hati sekalipun.

Seruan Cervantes sangat konkret : letakkan rosario di pusat hari-harimu selama 153 hari ke depan. Bukan untuk kepentingan diri sendiri semata, melainkan sebagai karya belas kasih yang nyata bagi jiwa-jiwa yang jauh dari Tuhan. Evangelis YouTube Gabriel Castillo, yang dikenal lewat dokumenter Rosary Testimonies, juga menegaskan bahwa berdoa rosario penuh setiap hari memberikan dampak rohani yang jauh lebih besar dibanding hanya satu atau dua misteri. Panen jiwa itu melimpah — siapakah yang mau menjadi penjala ?

Imam ajak umat Katolik berdoa rosario 153 hari

Rian Pratama
Scroll to Top