Kapelán militer : promosi terikat ideologi Kristen Hegseth

Perwira militer menerima sertifikat promosi di ruang formal.

Lebih dari 200 tradisi keagamaan pernah diakui secara resmi oleh Pentagon. Kini, daftarnya dipangkas drastis menjadi hanya 31. Angka ini bukan sekadar statistik administratif : bagi para kapelán aktif di militer Amerika Serikat, perubahan ini mencerminkan tekanan ideologis yang mereka rasakan langsung di lapangan.

Sejumlah kapelán yang bertugas sebagai perwira di berbagai cabang angkatan bersenjata mengaku khawatir terhadap pembalasan inkonstitusional jika pandangan mereka tidak sejalan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, seorang Kristen Evangelis yang telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap Chaplain Corps militer.

Tekanan ideologis di balik sistem promosi kapelán

Satu kapelán menulis kepada Military Religious Freedom Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang membela hak kebebasan beragama anggota militer : “Pesan yang disampaikan cukup konsisten sehingga banyak dari kami memahami apa yang dihargai dan apa yang tidak.” Pernyataan ini bukan keluhan individual. Beberapa kapelán menyampaikan kekhawatiran serupa secara terpisah.

Masalah konkretnya menyentuh sistem evaluasi. Kapelán yang mengawasi rekan-rekannya kini memiliki pengaruh lebih besar atas promosi jabatan. Jika kriteria “pelayanan yang efektif” ditentukan oleh sudut pandang keagamaan atau ideologis tertentu, sistem ini berpotensi menjadi mekanisme penyaring ideologi, bukan ukuran kinerja pelayanan pastoral yang sesungguhnya.

Dua kapelán lain melaporkan tekanan agar mereka bergabung dengan “commander’s crisis prayer phone tree”, sebuah jaringan doa krisis yang secara terang-terangan hanya mengakomodasi keyakinan Kristen. Upaya rekrutmen ini, menurut mereka, jelas bertujuan memastikan kapelán yang bertugas sejalan dengan pandangan agama komandan mereka.

Sebelum reformasi Hegseth Setelah reformasi Hegseth
Lebih dari 200 tradisi keagamaan diakui Hanya 31 tradisi diakui resmi
Panduan Spiritual Fitness multifaith tersedia Panduan dihapus, dianggap “new age”
Ateis dan Unitarian Universalis diakui Keduanya dikeluarkan dari daftar resmi

Pendeta Paul Raushenbush, seorang pendeta Baptis dan kepala Interfaith Alliance, tidak menyembunyikan penilaiannya : “Hegseth tidak ‘menyederhanakan’ apa pun. Ia menempatkan satu pandangan keagamaan yang sempit di puncak rantai komando.” Menurutnya, hal ini bersifat diskriminatif dan bertentangan dengan Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Apa yang dipertaruhkan ketika kapelán kehilangan kebebasan beragama

Panduan Spiritual Fitness yang dihapus Hegseth dirancang untuk membantu anggota militer menemukan nilai-nilai moral dan fondasi pribadi mereka sebelum menghadapi konflik, baik dari perspektif agama, filsafat, maupun tradisi pemikiran lain. Hegseth menyebutnya terlalu sekuler karena “hanya menyebut Tuhan satu kali” dan “menyebut perasaan 11 kali.” Ia juga mengkritik kata “playfulness” yang muncul sembilan kali dalam panduan tersebut.

Kapelán-kapelán ini bukan antimilitarisme. Mereka justru khawatir terhadap dampak nyata bagi rekan-rekan mereka, khususnya :

  • Kapelán dari latar belakang ras minoritas
  • Penganut tradisi keagamaan di luar arus utama Kristen
  • Perempuan yang bertugas sebagai kapelán

Hegseth juga mengundang pendeta Doug Wilson, seorang pastor yang dikenal sebagai Christian nationalist dan pernah membela perbudakan, berkhotbah di Pentagon pada Februari 2026. Langkah ini memperkuat kekhawatiran bahwa batas antara negara dan gereja semakin kabur di institusi militer terbesar di dunia.

Juru bicara Pentagon Joel Valdez menyatakan bahwa klaim para kapelán ini “tidak benar.” Namun, dokumen tertulis yang dikirim kepada Military Religious Freedom Foundation menunjukkan pola yang terlalu konsisten untuk diabaikan. Pertanyaan sesungguhnya bukan apakah reformasi ini terjadi, melainkan seberapa dalam dampaknya bagi pluralisme yang selama ini menjadi landasan Chaplain Corps militer Amerika.

Kapelán militer : promosi terikat ideologi Kristen Hegseth

jose
Scroll to Top