Pada 29 Agustus 2026, Uskup Agung James Golka merayakan Misa pertamanya bersama anggota Serra Club setempat di Kapel Christ the King, St. John Vianney Theological Seminary di Denver. Momen ini bukan sekadar perayaan liturgi biasa. Ini adalah pengakuan nyata atas dedikasi diam-diam para awam Katolik yang selama bertahun-tahun mendoakan para seminaris dan imam dari balik layar.
Nancy Akers, gubernur distrik sekaligus presiden Aurora Serra Club, menjelaskan alasannya mengundang sang uskup agung secara langsung : “Uskup Agung Golka adalah pendukung besar Serra dan memahami betapa pentingnya berdoa untuk panggilan.” Kata-kata sederhana, tetapi bobotnya berat.
Serra Club : komunitas doa yang menggerakkan panggilan imamat
Banyak orang tidak mengenal Serra Club. Padahal organisasi ini aktif di lebih dari 50 negara, dari India hingga Afrika, dari Amerika Latin hingga Asia. Di Distrik VI saja, yang mencakup Colorado, Wyoming, dan Utah, terdapat 10 klub aktif. Nama “Serra” diambil dari St. Junipero Serra, fransiskan yang membangun misi-misi di barat Amerika Serikat dan percaya bahwa doa yang tekun mampu mengatasi hambatan apapun.
Para Serran, sebutan untuk anggotanya, berasal dari berbagai usia dan profesi. Mereka bukan klerus. Mereka adalah umat biasa yang memilih untuk hadir di penahbisan, memberikan sertifikat kepada para misdinar agar terus bersemangat, dan mengadakan pertemuan mingguan untuk berdoa bersama. Susan Curtis, anggota Colorado Springs Serra Club selama delapan tahun, bahkan terlibat karena diminta memasak untuk para seminaris yang akan retreat. “Tahun berikutnya saya memasak semua makanan mereka,” katanya sambil tertawa.
Berikut beberapa kegiatan konkret yang rutin dilakukan Serra Club :
- Doa mingguan bersama untuk panggilan imamat dan hidup bakti
- Kehadiran di penahbisan imam dan diakon
- Pemberian penghargaan kepada misdinar
- Pelatihan kepemimpinan dan konvensi tahunan
- Dukungan finansial dan spiritual bagi para seminaris
Nathan Laudan, seminaris Keuskupan Agung Kansas City, Kansas, yang kini menjalani tahun kedua Pre-Theology, hadir melayani Misa tersebut. Ia bercerita bahwa ia secara rutin menerima kartu dari Serra Club di Kansas City, memberitahukan bahwa Holy Hour atau Misa tertentu telah dipersembahkan untuknya. “Sungguh luar biasa mengetahui ada begitu banyak orang yang mendoakan saya, bahkan yang tidak akan pernah saya layani sebagai imam,” ujarnya.
| Aspek dukungan | Bentuk nyata |
|---|---|
| Spiritual | Doa, Holy Hour, Misa persembahan |
| Sosial | Piknik, makan malam bersama seminaris |
| Finansial | Beasiswa dan sponsor rumah seminari |
| Pastoral | Kehadiran di penahbisan dan liturgi |
Pesan Uskup Golka : cara umat Katolik membangun, bukan meruntuhkan
Uskup Agung Golka tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Dalam homilinya, ia menyebut sebuah kajian dari Pantai Timur Amerika yang mengidentifikasi dua alasan utama kaum muda tidak mempertimbangkan imamat : imam-imam yang tampak lelah dan pahit, serta orang tua yang kerap mengeluhkan para imam di rumah.
“Bagaimana kita menggunakan kata-kata kita ?” tanya sang uskup agung kepada umat. “Untuk memecah belah, meruntuhkan, atau membangun dan mendukung ?” Jawabannya sudah jelas baginya. Ini sejalan dengan pertanyaan lebih luas tentang apakah umat Katolik Amerika berhenti berevangelisasi, karena doa untuk panggilan adalah salah satu bentuk evangelisasi yang paling sunyi namun paling berdampak.
Golka mengenang masa seminarinya di St. Paul, Minnesota, ketika para Serran mengundang para calon imam untuk makan malam bersama. “Saya ingat makanan yang lezat, tetapi lebih dari itu saya ingat orangnya,” katanya. Menjadi umat Katolik yang bahagia dan penuh sukacita bukan slogan kosong. Bagi Golka, itu adalah strategi pastoral yang paling efektif untuk menumbuhkan benih-benih panggilan.
- Uskup Golka merayakan doa umat Katolik untuk panggilan - 2 September 2026
- Mengajar di Yale : Membimbing generasi Z katolik - 29 Agustus 2026
- Nasionalisme Kristen meningkat : peringatan kongresman - 27 Agustus 2026




