Pada Maret 2026, YouGov secara resmi menarik survei yang sebelumnya menjadi dasar laporan Quiet Revival milik Bible Society. Survei itu diklaim menunjukkan lonjakan signifikan kehadiran jemaat di Inggris dan Wales. Namun, lembaga polling tersebut mengakui bahwa sejumlah responden dalam sampel data teridentifikasi sebagai responden palsu atau curang, sehingga seluruh hasil penelitian menjadi tidak dapat diandalkan.
CEO YouGov, Stephan Shakespeare, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa YouGov sepenuhnya bertanggung jawab atas output penelitian 2024 tersebut. Ia juga memastikan bahwa Bible Society selalu melaporkan data secara akurat sesuai informasi yang diberikan kepada mereka. YouGov berencana menjalankan ulang survei bersama Bible Society demi mendapatkan data yang lebih valid.
Data yang dipermasalahkan dan metodologi yang lemah
Laporan asli mengklaim bahwa 12% orang dewasa di Inggris dan Wales menghadiri gereja setidaknya sekali sebulan pada 2024. Angka ini disebut naik dari 8% pada studi 2018. Selain itu, data juga menyebut peningkatan kehadiran anak muda, yakni dari 4% kelompok usia 18–24 tahun pada 2018 menjadi 16% pada 2024.
Berikut perbandingan angka yang diklaim dalam survei YouGov yang kini ditarik :
| Kelompok | Kehadiran 2018 | Kehadiran 2024 (diklaim) |
|---|---|---|
| Orang dewasa umum | 8% | 12% |
| Usia 18–24 tahun | 4% | 16% |
Pakar ilmu sosial kuantitatif dari University College London, David Voas, menjelaskan mengapa metode survei ini bermasalah. YouGov menggunakan pendekatan panel online berbasis opt-in yang bersifat selektif sendiri. Siapa pun bisa mendaftar, mengisi survei, dan mendapat imbalan setelah menyelesaikan sejumlah polling tertentu. Hal ini membuka peluang bagi responden tidak jujur untuk mengisi data secara sembarangan.
Voas juga menyoroti tiga kerentanan utama metode ini :
- Kemunculan survey farmers dari negara berkembang yang mengisi survei massal demi imbalan kecil.
- Kemungkinan responden mengaku memiliki identitas atau kebiasaan yang tidak sesuai kenyataan.
- Ancaman chatbot AI yang mampu mengisi kuesioner online dan menyamar sebagai responden nyata.
Voas menegaskan bahwa angka-angka dalam laporan tersebut tidak masuk akal dan tidak sejalan dengan data kehadiran resmi yang dikumpulkan langsung oleh denominasi gereja. Ia menyebut koreksi terhadap misinformasi semacam ini membutuhkan usaha jauh lebih besar dibanding penyebarannya.
Respons Bible Society, humanis, dan kondisi gereja nyata
Bible Society menyatakan kecewa berat atas kesalahan YouGov. Organisasi itu mengungkapkan bahwa mereka telah berulang kali meminta jaminan soal keandalan metodologi survei. Mereka baru diberitahu pada awal Maret 2026 bahwa YouGov gagal mengaktifkan teknologi kontrol kualitas utama yang seharusnya melindungi sampel dari berbagai kesalahan.
Meski demikian, Bible Society tetap percaya ada kebangkitan spiritual nyata di kalangan Generasi Z. Fenomena pemuda Inggris yang beralih ke Katolikisme dalam jumlah mengejutkan menjadi salah satu indikasi yang mereka soroti di luar data survei tersebut.
Sebaliknya, CEO Humanists UK, Andrew Copson, menyebut penarikan survei ini sebagai pembuktian atas kritik yang selama hampir setahun mereka sampaikan. Ia menegaskan tidak ada kebangkitan Kristen nyata di Inggris dan bahwa klaim Bible Society tidak pernah didukung bukti kuat.
Adapun data nyata dari Church of England menunjukkan gambaran berbeda. Jumlah jemaat tetap di seluruh gereja mencapai sekitar 1,02 juta orang pada 2024, naik tipis dari 1,01 juta pada 2023. Meski ada sedikit pertumbuhan, angka ini masih berada di bawah level sebelum pandemi. Laporan statistik tahunan terbaru untuk 2025 dijadwalkan terbit dalam beberapa pekan ke depan.




