Cincinnati : Sejarah Katolisisme di Jantung Amerika

Umat berkumpul di katedral gotik saat malam hari

Pada tahun 2019, JD Vance resmi menjadi Katolik di sebuah biara Dominikan di Cincinnati. Kejadian ini bukan sekadar pilihan pribadi seorang politisi, ini mencerminkan perjalanan panjang Katolisisme di jantung Amerika Serikat, sebuah sejarah yang jauh lebih rumit dan kaya dari yang dibayangkan banyak orang.

Vance tumbuh dalam tradisi Protestan Scots-Irish, kelompok yang secara historis berasal dari Skotlandia, berpindah ke Irlandia pada abad ke-17, lalu menyeberangi Atlantik untuk menetap di pedalaman Amerika. Identitas keagamaan mereka sangat kental : Protestan, berapi-api, dan sering kali skeptis terhadap Roma. Dalam memoarnya yang pertama, Vance sendiri mengakui, “saya adalah seorang hillbilly Scots-Irish sampai ke inti.” Latar belakang inilah yang membuat konversinya ke Katolisisme terasa begitu kontras.

Cincinnati dan akar Katolisisme Amerika Tengah

Pada tahun 1830, seperempat dari satu juta penduduk Ohio terkonsentrasi di sudut barat daya negara bagian itu. Cincinnati menjadi pusat kawasan ini, dijuluki “Queen City” dari batas barat Amerika yang terus meluas. Kota ini menarik gelombang imigran Katolik dari Jerman dan Irlandia, sekaligus menjadi panggung bagi retorika anti-Katolik yang keras.

Pada tahun 1835, penginjil Protestan terkemuka Lyman Beecher menyatakan bahwa imigran Katolik dan sekolah-sekolah gereja mereka merupakan ancaman nyata bagi republik Amerika. Namun kenyataan di lapangan jauh lebih bernuansa. Warga Protestan Cincinnati justru menyambut gereja Katolik pertama di kota itu, bahkan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah paroki Katolik. Sebagian kalangan kaya pun berpindah agama ke Katolisisme.

Berikut beberapa tonggak penting hubungan antara Katolisisme dan masyarakat Cincinnati pada abad ke-19 :

  1. 1835 : Lyman Beecher menyerang pengaruh Gereja Katolik secara terbuka.
  2. 1837 : Debat berhari-hari antara Uskup Katolik John Baptist Purcell dan pengkhotbah Protestan Alexander Campbell dihadiri ribuan orang, hasilnya dibagi rata antara amal Katolik dan Protestan.
  3. 1855 : Kerusuhan etnis terjadi, namun hubungan antaragama tetap bersifat pragmatis.
  4. 1911 : Cincinnati menjadi tuan rumah Kongres Ekaristi Nasional.

Pada pertengahan abad ke-19, komunitas Katolik Cincinnati sudah lebih besar dari denominasi Protestan mana pun secara individual, meski tetap menjadi minoritas secara nasional.

Dari prasangka historis ke aliansi konservatif masa kini

Pada awal abad ke-20, Katolik hanya mewakili 5% populasi Amerika Serikat. Angka itu melonjak tiga kali lipat menjelang pergantian abad, didorong oleh imigrasi dari Eropa selatan dan timur. Undang-Undang Imigrasi AS tahun 1924 secara eksplisit membatasi masuknya warga dari wilayah Eropa yang mayoritas Yahudi dan Katolik, bukti nyata bahwa prasangka ini bukan sekadar sentimen pinggiran.

Perubahan nyata baru terasa saat John F. Kennedy berkampanye di West Virginia pada 10 Mei 1960. Negara bagian itu dianggap medan yang sangat sulit bagi kandidat Katolik berpendidikan Harvard. Kemenangannya di sana membantah mitos bahwa seorang Katolik tidak bisa menuju Gedung Putih.

Indikator Data
Proporsi orang dewasa AS yang Katolik saat ini 1 dari 5 (20%)
“Katolik kultural” (tidak praktik aktif) 9% populasi dewasa
Hakim Mahkamah Agung AS yang Katolik 6 dari 9
Anggota Kongres yang Katolik 28%

Vance sendiri mengakui bahwa awal mula ketertarikannya pada Katolisisme muncul saat studi di Yale Law School, dipicu oleh pemikiran dari René Girard, filsuf Prancis, hingga teolog abad ke-4 Santo Augustinus. Perjalanannya dari ateisme menuju Katolisisme mencerminkan dinamika yang lebih luas : aliansi baru antara Katolisisme konservatif dan kanan religius Amerika yang selama ini didominasi Protestan.

Ketegangan pun muncul. Setelah Paus Leo XIV, yang lahir di Amerika, menyatakan bahwa pengikut Yesus tidak berpihak pada mereka yang “menjatuhkan bom,” Vance membalasnya dengan memperingatkan agar pemimpin gereja lebih berhati-hati dalam berbicara soal teologi. Dinamika ini patut dipantau siapa pun yang ingin memahami pertumbuhan Katolisisme di Amerika Serikat dan arah perkembangannya ke depan.

Cincinnati : Sejarah Katolisisme di Jantung Amerika

Rian Pratama
Scroll to Top