Talarico “Hates Christianity” : audio terbaru muncul

Pria dalam jas biru berbicara di podium di gereja.

Rekaman audio dari sebuah wawancara podcast tahun 2021 kembali beredar luas setelah Republican National Committee (RNC) mempublikasikannya pada 23 Juni 2026. Dalam rekaman tersebut, James Talarico, calon senator AS dari Partai Demokrat untuk Texas, menyebut dirinya sebagai “seorang Kristen yang membenci Kekristenan.” Pernyataan ini langsung memantik gelombang reaksi di tengah kampanye pemilu yang semakin ketat.

Talarico, 37 tahun, adalah seorang seminaris Presbyterian dan mantan guru sekolah menengah. Ia memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Maret 2026. Dalam wawancara itu, ia berbicara kepada seorang teolog aktivis yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “TransQueer”, dan konteks pembicaraannya menyentuh soal institusi agama secara umum. Bukan pertama kali Talarico menuai kontroversi soal teologi : pada 2021, ia pernah menyebut Tuhan sebagai “non-biner” dalam sebuah perdebatan di lantai DPR Texas.

Dua kandidat, dua visi Texas yang berbeda

Talarico akan berhadapan dengan Ken Paxton, Jaksa Agung Texas yang memenangkan nominasi Partai Republik pada 26 Mei 2026, setelah mengalahkan senator petahana John Cornyn dalam putaran kedua. Paxton, 63 tahun, telah menjabat sebagai Jaksa Agung sejak 2015 dan membangun kampanyenya di atas isu-isu seperti keamanan perbatasan, integritas pemilu, dan pertahanan nilai-nilai tradisional Texas.

Berikut perbandingan singkat profil keduanya :

Aspek James Talarico Ken Paxton
Usia 37 tahun 63 tahun
Latar belakang Mantan guru, seminaris Presbyterian Jaksa Agung Texas sejak 2015
Fokus kampanye Keadilan ekonomi, pemisahan gereja-negara Perbatasan, integritas pemilu, nilai tradisional
Posisi agama Kristen progresif, menolak nasionalisme Kristen Nilai Kristen konservatif tradisional

Paxton tidak segan menyerang lawannya secara langsung. Dalam pidato Mei 2026, ia menyebut Talarico sebagai “radikal paling ekstrem yang pernah dicalonkan Demokrat”, bahkan menggunakan julukan seperti “Low-T Talarico” dan “James Tala-freak-o”. Ia menambahkan bahwa Talarico merupakan ancaman bagi semua yang dijaga warga Texas.

Reaksi pemimpin agama dan situasi pemilu terkini

Respons dari komunitas keagamaan tidak kalah keras. Sejumlah pendeta yang terhubung dengan gereja Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut Talarico sebagai “serigala”, “iblis”, dan “ular” dalam podcast Maret 2026. Senator AS Ted Cruz turut mengamplifikasi kekhawatiran tersebut, menyatakan bahwa interpretasi Talarico terhadap Alkitab menyimpang jauh dari doktrin Kristen historis.

Untuk memahami kontroversi ini secara lebih mendalam, penting membaca konteks pandangan keagamaan Talarico secara keseluruhan. Kristianitas terbalik James Talarico dan kontroversi pandangan keagamaannya mengulas bagaimana posisi teologis kandidat ini terbentuk dan dampaknya terhadap persepsi publik Texas.

Dari sisi elektoral, persaingan ini tergolong sangat rapat. Jajak pendapat Universitas Texas/Texas Politics Project pada Juni 2026 menempatkan Paxton di angka 43% dan Talarico di 42%. Survei-survei lain dari Mei 2026 bahkan menunjukkan Talarico unggul tipis atau seri. Paxton saat ini memimpin dalam pasar taruhan.

Beberapa isu utama yang membentuk perdebatan kampanye ini meliputi :

  • Pandangan teologis dan identitas keagamaan kandidat
  • Peran agama dalam kebijakan publik Texas
  • Keamanan perbatasan dan imigrasi
  • Definisi “nilai Texas” di era politik yang terpolarisasi

Texas akan memberikan suaranya pada Selasa, 3 November 2026. Dengan selisih angka yang begitu tipis, rekaman audio yang kembali beredar ini bisa menjadi faktor penentu bagi jutaan pemilih yang masih belum memutuskan pilihan mereka.

Talarico

jose
Scroll to Top