Victor Marx peringatkan media targetkan Kristen

Pria dalam setelan biru berbicara di podium dengan mikrofon

Victor Marx, kandidat gubernur dari Partai Republik untuk negara bagian Colorado, baru-baru ini memposting peringatan di media sosial : “Serangan kini semakin meningkat,” tulisnya. Ia meminta pendukungnya memperhatikan apakah doa akan diejek, apakah keyakinan alkitabiah akan digambarkan sebagai ancaman, dan apakah seseorang akan diserang hanya karena mengikuti Kristus secara terbuka. Retorika ini terasa akrab, mirip dengan gaya Presiden Trump yang berkata bahwa musuh sebenarnya bukan dirinya, melainkan rakyat biasa. Namun dalam versi Marx, nuansa kemartiran terasa jauh lebih kental.

Pertanyaannya : siapa sebenarnya yang dimaksud “mereka” dalam unggahan tersebut ? Jawabannya cukup jelas. Para jurnalis yang melaporkan pelanggaran keuangan kampanye Marx, keputusannya berulang kali menghindari debat, latar belakangnya yang dipertanyakan, serta klaim palsu tentang dukungan dari mantan Gubernur Republik Bill Owens. Tidak ada satu pun wartawan yang menyerang kekristenan, doa, atau kehidupan beriman. Marx justru mencampuradukkan jurnalisme dengan penganiayaan agama, sebuah taktik identitas politik yang memecah belah.

Iklan kampanye yang memicu kontroversi baru

Lebih dari sekadar retorika online, kampanye Marx meluncurkan iklan video untuk pemilihan umum yang justru memperlebar jurang perpecahan. Iklan tersebut memadukan citra militer, keagamaan, dan politik dalam campuran yang mengkhawatirkan. Ini bukan cerminan iman yang sederhana dan autentik seperti yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh publik seperti mantan Gubernur Colorado Bill Ritter atau Wali Kota Aurora Mike Coffman. Ini lebih menyerupai gerakan identitarian sayap kanan yang mengejar kekuasaan.

Iklan itu juga menampilkan sentralisme laki-laki yang mencolok. Semua orang yang memegang mikrofon adalah pria, sementara perempuan hanya terlihat bertepuk tangan di pinggir. Pesannya gamblang : pria memimpin, perempuan mendukung. Marx bahkan secara terang-terangan menyerang lawan perempuannya dari pemilihan primer. Di tengah iklan, serangkaian gambar berputar hampir seperti pesan bawah sadar, termasuk layar komputer bertuliskan “Error 404 File System Integrity Compromised”, sosok gelap di balik layar, tumpukan uang, foto dua pejabat Demokrat, dan satu foto Senator negara bagian Republik Barbara Kirkmeyer.

Elemen iklan Pesan yang disampaikan
Citra militer dan keagamaan Gabungan identitas yang memecah belah, bukan menyatukan
Semua pembicara laki-laki Marginalisasi perempuan dalam kepemimpinan
Gambar subliminal pejabat terpilih Serangan terselubung pada lawan politik
Narasi “perang di surga” Mengaburkan batas antara iman dan politik

Klaim eksorsisme dan tanggung jawab jurnalisme

Iklan itu diakhiri dengan kalimat bernas : “Seorang pria dari baja dalam beludru. Seorang pria yang memahami perang di bumi dan perang di surga.” Frasa “perang di surga” ini langsung menarik perhatian karena Marx sedang berusaha keras menjauhkan diri dari klaim bahwa ia bisa mengusir setan, bahkan melalui telepon. Masalahnya, rekaman suaranya sendiri membuktikan sebaliknya.

Investigasi oleh 9News berhasil merekam Marx berkata : “Tuhan memberi saya karunia untuk mengetahui apakah Anda memiliki setan tertentu. Dan jika ya, saya membuatnya berbicara, lalu kami menghancurkannya. Cepat, lima sampai sepuluh menit.” Ketika jurnalis Kyle Clark mengonfrontasi pernyataan ini, Marx menuduh Clark terobsesi dengan imannya. Padahal Clark hanya menjalankan tugasnya. Isu yang mengancam komunitas Kristen dan respons terhadapnya memang layak diberitakan secara serius dan bertanggung jawab.

Berikut sejumlah kontroversi utama yang mengiringi kampanye Marx sejak Juni 2026 :

  • Pelanggaran keuangan kampanye yang dilaporkan media
  • Penolakan berulang untuk hadir dalam debat
  • Klaim palsu tentang dukungan dari mantan Gubernur Bill Owens
  • Rekaman pernyataan tentang praktik eksorsisme

Pemilihan primer Republik berakhir pada 30 Juni 2026. Tiga bulan menuju November masih panjang, dan arah kampanye ini tampaknya justru memperburuk posisi Marx, bukan memperkuatnya.

Victor Marx peringatkan media targetkan Kristen

jose
Scroll to Top