Pada 10 Juli 2026, di hadapan Fasilitas Pemasyarakatan Hudson yang kosong, sekitar 30 mil di timur laut Denver, Colorado, sekelompok umat Katolik berkumpul untuk berdoa rosario. Mereka tidak datang untuk unjuk rasa. Mereka datang untuk berdoa, bagi para migran yang segera akan menghuni fasilitas tersebut ketika dibuka kembali sebagai pusat penahanan ICE berkapasitas 1.200 tempat tidur.
Pertemuan doa ini dipimpin oleh Uskup Auxiliary Denver, Jorge RodrÃguez, dan dihadiri oleh delegasi dari World Meeting of Popular Movements, sebuah inisiatif global yang didukung bersama oleh organisasi akar rumput dan Dikasteri Vatikan untuk Pembangunan Manusia Integral. Tiga nama penting hadir : Pastor Mattia Ferrari dari Keuskupan Agung Modena-Nonantola Italia, César Piscoya, teolog Peru dan penasihat CELAM, serta Luca Casarini, pendiri Mediterranea Saving Humans asal Italia.
Doa rosario sebagai ungkapan kepedulian iman
Setiap pekan rosario diiringi kisah nyata para migran yang meminta bantuan kepada Catholic Legal Immigration Network Inc. (CLINIC). Thomas Weiler, koordinator utama Together Colorado, menjelaskan tujuannya dengan jelas : “Kami membacakan kisah migran yang menghadapi penahanan, deportasi, pemisahan keluarga, sebagai cara untuk mengingatkan bahwa ini adalah pengalaman manusia yang tidak boleh dialami siapa pun.”
Berikut adalah beberapa pihak yang hadir dalam pertemuan doa ini :
- Uskup Auxiliary Denver Jorge RodrÃguez
- Delegasi World Meeting of Popular Movements
- Anggota umat Katolik Denver
- Perwakilan organisasi hak asasi manusia internasional
Uskup RodrÃguez menegaskan maknanya secara langsung : “Kami percaya pada kekuatan doa. Kami mengakui sesuatu yang menyedihkan mungkin terjadi di tempat ini, tetapi ini adalah cara simbolis kami menyampaikan keprihatinan kepada Tuhan yang Mahakuasa.” Bagi delegasi internasional, kunjungan ini mencakup pertemuan di Los Angeles, Seattle, Denver, Houston, dan Pittsburgh antara 20 Juni hingga 17 Juli 2026.
Kekhawatiran komunitas dan pesan solidaritas global
Luca Casarini mengaku terkejut menyaksikan dampak deportasi massal dari perspektif Eropa. Namun setelah berdoa bersama umat Denver, ia justru menemukan harapan. “Di Amerika Serikat, banyak orang yang saat ini bersolidaritas dengan para migran,” katanya. “Gereja terlibat, dan mereka menunjukkan ada cara lain, bagian dunia yang menginginkan perdamaian, bukan kebencian.”
| Nama | Asal | Peran |
|---|---|---|
| Pastor Mattia Ferrari | Italia | Koordinator WMPM |
| César Piscoya | Peru | Penasihat CELAM |
| Luca Casarini | Italia | Pendiri Mediterranea Saving Humans |
Patrick Buckley, warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya yang berbeda : “Ketakutan saya adalah orang-orang dari paroki yang sama akan berada di sisi yang berlawanan. Sepupumu bisa menjadi penjaga bagi pamanmu yang ditangkap.” Jane Marquesen dari Citizens of the World menambahkan dengan tajam : “Tidak ada yang lebih menyerang harga diri seseorang daripada kehilangan martabat dan harapan.”
Delegasi ini akhirnya akan menyampaikan hasil observasi mereka kepada Paus Leo XIV, dengan martabat manusia sebagai prioritas utama. Umat yang hadir juga mengingat peran perantaraan Bunda Maria yang dikuatkan oleh kepemimpinan Paus dalam perjuangan hak asasi manusia. Casarini menutup dengan tegas : “Injil bukan novel. Injil adalah panduan hidup. Jika kita membangun dunia dengan hak asasi di pusatnya, kita mewujudkan dunia yang lebih baik bagi semua.”
- Anthony Fauci dan Katolisisme yang Hangat : Analisis - 31 Juli 2026
- Fauci dan Katolisisme Santai : Analisis Lengkap - 30 Juli 2026
- Dua khotbah St. Agustinus langka ditemukan - 29 Juli 2026




